Jumat, 30 April 2010

Logam Dua Sisi

Kehidupan dan masalah bagaikan dua sisi logam yang sangat sulit untuk dipisahkan. Untuk mencapai sebuah kesuksesan, seseorang terlebih dahulu pasti memiliki masalah. Namun di sisi baiknya, seseorang mampu belajar dengan masalah yang mereka telah hadapi, dan sebisa mungkin untuk mempelajari bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut. Tidak dengan gegabah, namun tetap menganut prinsip "logam dua sisi".

"what the mean of that?",


Ketika seseorang dihadapkan dalam sebuah masalah, baik dalam lingkup kecil atau luas sekalipun, maka pandanglah masalah itu bukan hanya pada satu sisi. Mungkin kita bisa saja merasa sangat tertekan dengan konflik realistis yang sementara terjadi. Sehingga timbul rasa kecewa, menyerah, sikap negatif, dan sensitif terhadap orang lain. Reaksi yang kita ekspresikan sangatlah normal. Namun, tidak ada salahnya jika kita mencari sisi 'logam' yang lain dalam hal ini. Dengan maksud, mencari hal positif dari masalah yang timbul. Berusaha mencari sisi positif dari masalah memang tidak mudah, namun dalam proses pencarian, tanpa disadari otak akan merespon dan menimbulkan sikap positif dari tubuh.


"what the advantages?",


Pertama, orang-orang sekitar tidak akan mengetahui bahwa kita memiliki masalah, sehingga kita tidak menjadi bahan pembicaraan orang lain. Apabila kita menampakkan di muka umum saat kita memiliki masalah, maka orang-orang yang tidak menyukai kita akan merasa senang. Mungkin ada beberapa orang yang iba dengan apa yang kita alami, tapi belum tentu mereka mau untuk terjun dan terlibat langsung dalam masalah pribadi kita. Jika sikap positif itu telah muncul, sekurang-kurangnya kita dapat tersenyum. Dan kita bisa memilih seseorang yang bisa kita percaya untuk berbagi cerita.


Kedua, beban yang ditimbulkan dari konflik akan terasa sedikit lebih ringan dari sebelumnya. Fikiran bisa terasa lebih 'fresh' dan mampu membuka pikiran lebh luas. Hingga dengan mudahnya kita menemukan solusi dari hal yang membuat kita 'stress' selama ini.


"what will we do next?"


Cari akar permasalahan. Sebelum meneliti lebih lanjut sebab dari akibat yang ditimbulkan, kita perlu menginstropeksi diri lebih dahulu. Apakah sikap kita selama ini sudah benar atau tidak? Jika kita merasa kurang yakin, maka mintalah bantuan orang lain. Biasanya orang lain yang lebih memperhatikan tingkah laku kita tanpa kita sadari. Cari orang yang benar-benar kita percayai untuk menyimpan rahasia kita. Dan berkomunikasilah dengan baik kepada orang tersebut. Di sini, komunikasi yang sangat utama. Jika sedikit kita salah bicara atau menyinggung orang lain, maka akan timbul masalah baru.


Setelah kita merasa baik-baik saja dengan diri kita, maka telitilah lebih lanjut. Misalkan dalam contoh kasus berikut. Si A telah dituduh oleh si B mencemarkan nama baiknya. Pada contoh tersebut, apabila si A benar-benar tidak bersalah, maka korban dalam kasus ini adalah A dan B. Umpamakan diri kita sebagai B. Sebaiknya jangan langsung berbuat hal untuk membalas si A. Seperti menyinggung si A dengan sindiran halus, memperolok-olok si A, atau menceritakan keburukan si A. Karena dalam hal ini A belum tentu bisa dibuktikan sebagai tersangka. Maka tindakan yang harus dilakukan si B adalah bersikap biasa-biasa saja dan jangan terpancing emosi. Apabila si C sebagai tersangka penghasut melihat si B marah kepada si A, maka si C akan merasa sangat senang karena misinya berhasil. Kemudian si B sebaiknya berbicara langsung kepada si A dan memperjelas keadaan yang telah terjadi, tentunya dengan cara yang sopan dan menanyakannya pelan-pelan, tidak ada salahnya sambil tersenyum. Apabila si A menyangkali perbuatannya, maka panggillah si C untuk meluruskan kalimatnya dan pertemukan dia dengan si A. Dengan ini titik permasalahan akan segera kita temukan.


"what if I as an A?"


Jika dalam kasus tersebut kita sebagai A, langkah awal yang kita lakukan adalah bersikap biasa-biasa saja dan menunggu reaksi yang ditimbulkan oleh B (dalam kasus si A telah mengetahui konflik tersebut). Apabila si B merasa baik-baik saja dan sikapnya tidak berubah kepada kita, maka beruntunglah kita memiliki seorang teman seperti B yang tidak mudah terhasut, dan masalah sudah selesai a.k.a 'case closed'. Namun, apabila si B menunjukkan sikap negatif kepada kita, maka kita tidak boleh membalasnya dengan cacian, karena konflik akan semakin melebar. Bukan perang mulut saja yang akan terjadi, tapi bogem mentah bisa saja kita lemparkan atau dapatkan. Sebagai manusia yang memiliki akal sehat, kita sebagai pihak A sebaiknya menanyakan langsung kepada B, mengapa sikapnya sangat berbeda belakangan ini. Kalau B sudah terpancing emosi terlebih dahulu, maka kita harus membalasnya dengan senyuman. Tunggu sampai emosi B menjadi reda dan lanjutkan pembicaraan kita. Dengan begitu masalah yang ada tidak akan berlarut-larut atau mungkin melebar.


Intinya adalah, masalah merupakan sesuatu yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita, namun masalah yang ada tidak selamanya hanya memiliki dampak negatif, tapi juga bisa kita jadikan sebagai bahan pembelajaran. So, face problems with the best smile. ^^~


------------------------------------------------------------------------------
keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Paradigma Style

Suatu kali saya ke kampus dengan tergesa-gesa karena terlambat, sehingga style apa hari ini yang akan ku pakai ke kampus menjadi tidak penting lagi. Apa yang ku lihat pertama kali, itu yang ku pakai. Saat itu saya mengenakan celana panjang yang bagian lututnya sudah sobek karena tidak sengaja (jatuh dari motor), baju kaos, dan sepatu kotak-kotak yang sebenarnya sudah bisa dikatakan sendal sepatu karena keseringan saya menginjak bagian tumitnya hingga tak terpakai seluruhnya oleh bagian kaki saya. Sesampai di kampus, spontan teman saya berkata seperti ini,"Adhy.. kenapa gayamu hari ini kaya' penjual jalang kote??", saya kaget dan terdiam sejenak sambil melirik sekitar, berharap tak ada orang lain yang mendengar perkataannya selain saya.
"Oh sorry, terburu-buruka tadi bela.. hehe"

Saya sempat mengingat pernah berpapasan dengan pedagang asongan kampus yang memakai sepatu yang mirip dengan saya. Yah, saya akui kalau sepatu ini memang saya beli setelah tawar menawar dengan pedagang sentral, tapi memangnya ada yang salah kalau saya memakai hal yang sama dengan orang lain yang notabene nasibnya kurang beruntung dari saya yang bisa kuliah? dibandingkan dengan dia yang hanya bisa berdagang asongan? Sekali lagi saya kembalikan pada paradigma masing-masing tentang devinisi style, golongan mode, atau orang yang pantas memakai. Tapi menurut saya, style itu diciptakan oleh siapa saja dan untuk siapa saja. Suka tidak suka, anda tidak berhak ikut campur karena setiap orang sudah memiliki HAK asasi, apalagi ini negara bebas. Saking bebasnya yah banyak seks bebas, bebas korupsi, bebas menyuap. Hahaha

Kembali pada paradigma style. Apakah orang tidak mampu tidak boleh bergaya? dari pertanyaan itulah mungkin muncul yang namanya brand atau merk palsu yang style nya hampir mirip namun kualitas dan harga jauh lebih rendah dari aslinya. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengikuti trend namun duit jajanpun tak mencukupi. Jadi yah jalan satu-satunya dengan membeli barang serupa tapi tak sama. Ketika orang yang sehari-harinya mampu membeli apapun, dan tiba-tiba memakai brand palsu, maka dia akan di judge kalau stylenya mirip dengan si A, si B, atau menyebutkan profesi yang mereka anggap rendah.

Contoh yang paling umum deh, pernahkah seseorang lewat di depan anda dengan pakaian bergaya sok emo? lalu anda berdecak dalam hati atau bisikan kecil,"ckckck.. alaynya gayanya deh..".
Nah, perkataan itu mungkin keluar saat anda melihat seseorang yang wajahnya kucel, rambut gak shampoan, dan dengan wajah dompet tipis. Bagaimana jika anda melihat seseorang dengan style yang sama tapi saat itu posisinya dia lagi turun dari Alphard nya?? mungkin anda akan memaklumi, bahkan berkata,"wah.. kerennya style nya tawwa.. cocok banget..". Hahaha.. Disitulah lucunya, orang gak berduit dilarang bergaya lah, kalau pandangan anak muda sekarang.

Kadang saya sedih dengan ABG jaman sekarang yang pada demen sama mode emo. Padahal di Amerika sana, emo di pandang sebelah mata. Emo adalah salah satu identitas diri abg Amerika kalau mereka adalah GAY. Karena 90% abg Amerika yang bergaya emo adalah GAY. Mungkin satu-satunya cara yang baik sebelum mengikuti trend adalah dengan terlabih dahulu mengetahui asal usulnya. Seperti tindik dan tatto juga. Seseorang akan menganggap dirinya keren jika memakai piercing di tubuhnya, atau ada gambar keren yang menutupi lengan dan bahunya. Padahal pada zaman dahulu, untuk membedakan masyarakat rendahan (budak) dengan masyarakat biasa adalah dengan cara memakaikan tindik dan menempelkan tatto pada tubuh budak-budak tersebut. Lalu jaman kini malah menjadi terbalik. Orang berduit malah senang bergaya demikian. Alangkah Lucunya Negeri Ini (judul film kaleee)

Intinya adalah, bukan style apa yang digunakan seseorang, tapi siapa yang memakainya. Itulah paradigma umum sekarang ini. Anda bisa membayang ketika Lady Gaga lewat di depan anda?? Dengan style yang sama dengan videophone.. rambut yang digulung dengan kaleng bekas minuman. Anda pasti akan terkagum-kagum dan berkata,"Nah.. inilah yang namanya mode, kreatif abisss..!!". Bagaimana dengan seseorang yang biasa saja lewat di depan anda? seorang cewek dengan style yang sama dengan Lady Gaga?? Saya yakin anda akan tertawa terbahak-bahak, bahkan lari sekencang-kencangnya kalau perlu karena anda menganggap dia gila.

Yah.. style tetaplah style, siapapun yang memakainya, maka akan tetap sama namanya.. Dan jika itu tak cocok dengan diri anda, maka jangan anda gunakan. Hahahaha..



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Sabtu, 06 Februari 2010

Foto Yang Fenomenal

Siapa yang tidak mengenal Facebook di saat-saat seperti ini?? atau singkatnya kita sebut dengan FB.

"Hare gene gak punya FB??!!", mungkin itu adalah kalimat spontan yang akan keluar dari mulut seseorang ketika mengetahui bahwa anda tidak memiliki account di situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg. Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang apa itu Facebook. Karena saya tidak ingin membuka mata kuliah 2 SKS tentang hal fenomenal pada setiap handphone yang kehilangan fungsi utamanya sebagai komunikasi 2 arah. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang Facebook yang saya miliki dan foto profile yang ada di dalamnya.

Setiap orang akan berusaha membuat foto profile FB nya sedemikian rupa dengan cara memilah, editing, tehnik fotografi, untuk mendapatkan hal maksimal. Seseorang akan memiliki banyak atau sedikit friend di account FBnya, semuanya tergantung oleh profile picture yang ia miliki. Tak sedikit juga yang memasang foto-foto palsu, artis, atau kartun. Saya menyebut mereka sebagai pecundang yang tidak mensyukuri pemberian Tuhan.

Profile Picture (PP) yang saya miliki memang mempengaruhi request-an friend yang datangnya puluhan tiap hari, namun tanggapan langsung lebih banyak saya terima dari teman-teman yang memang sering kali memperhatikan FB saya. Misalkan pada PP berikut ini :

Foto di atas adalah foto pada saat reuni akbar SMA saya bulan September 2009 lalu. Cewek-cewek cantik di belakang saya adalah teman yang juga akrab dengan saya, kebetulan mereka se-gank. Foto tersebut diambil oleh adik dari saudari Alvira, Athirah. Setelah foto tersebut di-tag di FB, saya jadi punya ide untuk meng-edit foto ini layaknya Take Me Out. Jadi, awal foto tersebut saya crop memanjang (supaya terlihat besar di photo profile), kemudian objek belakang saya blur sedikit (maaf yah teman-teman :D). Kemudian saya tempelkan logo Take Me Out di atasnya. Lalu saya jadikan PP. Alhasil, komentar pertama datang dari cewek-cewek yang ada di photo tersebut dengan nada protes (nih yang kena bagian crop-nya), trus ada juga yang sedikit kesal tapi senang (yang saya jadikan background, numpang mejeng mereka di PP ku). Teman-teman cowok yang lain hanya bisa berdecak saja.

2 bulan kemudian, saya kembali membuat PP. Bermodalkan kamera sendiri dan tangan sendiri, akhirnya "JEPRET..!!", mungkin ada 10 kali saya mengulang dengan gaya close up. Dari dulu saya memang mendambakan brewok keren seperti milik Will Smith, namun yang tumbuh hanya janggut. Kurang memuaskan sebenarnya, namun di sinilah guna photoshop, bisa membuat apa saja yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Dengan contekan tutorial, akhirnya saya berhasil membuat PP seperti ini :

Dalam hitungan hari, yang meminta saya sebagai teman di FB berjumlah ratusan. Namun tanggapan yang datang lebih banyak dari cowok-cowok yang ada di FB ku. Mereka semua mempertanyakan bagaimana bisa saya memiliki brewok begitu sexy dan rapi hanya dalam waktu yang singkat?? Kebanyak dari mereka langsung menebak kalau saya menggunakan Minyak Firdaus. Ketika chatting atau melihat comment mereka di FB, saya hanya tertawa kecil, bagaimana bisa mereka bisa sok tahu seperti itu? Sampai saat ini saja, saya belum pernah melihat yang namanya Minyak Firdaus itu seperti apa. Bahkan teman kuliah saya yang notabene tidak bertemu selama seminggu, percaya dengan foto yang saya tampilkan adalah foto yang benar-benar nyata. Bahkan merengek untuk meminta obat yang saya pakai untuk menumbuhkan rambutnya. Hahaha. Temanku seorang perempuan, dan dia membuka rahasianya bahwa rambutnya banyak yang berguguran.

Terakhir adalah foto yang saya peroleh dari hasil jepretan sendiri dengan memakai timer. Konsep foto ini adalah editing art, saya ingin ketika orang-orang yang melihat foto saya, mereka akan memuji editan yang saya buat. Namun yang mereka sampaikan baik secara langsung, chat, maupun lewat comment, membuatku sedikit tersinggung namun konyol. Ada yang mengatakan bahwa foto saya sangatlah binal, foto saya seperti orang yang mencapai nafsu puncak, ada yang mengatakan kalau foto saya melanggar komersialisasi (entah maksudnya apa). Bahkan sahabat saya sendiri mengatakan kalau foto saya seperti seorang gigolo. Gila aja mereka. Saya hanya bisa tertawa dan memperhatikan foto saya. Saya tidak bisa menyalahkan mereka yang menanggapi demikian, karena memang konsep fotonya seperti itu untuk mendapatkan hasil editan yang pas dengan temanya. Hahaha. Yang salah adalah saya, karena saya memamerkannya bukan pada seorang seniman atau fotografer handal, namun pada masyarakat awam. CMIIW..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Julukan Sadis..!!

Kesan pertama saat bergabung dalam UKM ini hanya satu, GOKIL..!! Saya mengatakan demikian bukan tanpa alasan. Ketika saya berada di antara mereka, dalam keadaan apapun pasti ada saja yang membuat saya tertawa. Cerita yang mereka lontarkan berdasarkan pengalaman pribadi, dari mulut ke mulut, sebuah kalimat pengandaian, atau apapun yang mereka ucapkan tidak jarang membuat bibir saya menarik garis lengkung. Bahkan tanpa segan seringkali saya tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata. Belum lagi kalau mereka memplesetkan lagu-lagu dengan menyelipkan nama seseorang di antara bait lagu tersebut, yang tadinya indah untuk di dengar, selanjutnya menjadi sangat kocak ketika dinyanyikan. Seseorang yang 2 tahun lebih dulu masuk dalam UKM ini namun beberapa hari lebih muda dari saya sering kali menjadi bulan-bulanan dalam remake lirik atau celaan ringan di antara lainnya. Namun ia menanggapinya hanya dengan senyuman kecil, itu yang aku salutkan kepadanya. Sabar..

Ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas mereka. Jika mereka sedang berbincang satu sama lain, tidak memperdulikan kondisi saat itu rame ataupun sepi, mereka tetap menggunakan julukan untuk seseorang. Sebagai contoh nama artis yang mirip dengan tingkah laku mereka, sifat, fisik, atau kasus yang sama. Julukan pertama yang saya dengarkan waktu itu adalah Ahmad Dhani dan Pinkan Mambo. Dalam hati saya terus mempertanyakan bahwa siapakah mereka yang dimaksud. Namun, dengan mencermati isi cerita mereka dan melihat kondisi yang ada di saat itu, seketika saya mengetahui siapa yang mereka maksudkan. Begitulah seterusnya muncul julukan-julukan baru. Eva Arnas, Opick Kumis, Rini S Bon Bon, dan banyak lagi. Setiap kali istilah baru muncul, maka salah satu dari mereka akan memberitahuku bahwa siapa yang mereka maksudkan, dengan alasan supaya saya juga bisa ikut membaur dan tertawa dalam cerita mereka.

Tibalah saat malam hari datang dan saya membuka account Facebook salah satunya dan membaca status berisikan,"Hati-hati.. ada Swiper, semuanya masuk..", kemudian mataku melirik ke bawah dan melihatcomment yang ada, semakin ku tarik scroll ke bawah, bahasanya semakin membuat saya senyum dah akhirnya tertawa lepas. Tapi tidak tahu kenapa ada yang menjanggal dengan si Swiper ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Swiper itu suka mencuri, tapi perasaan saya berkata kalau di tempat itu tidak ada yang sifatnya sama seperti julukan tersebut. Lalu, saya berfikir sejenak dan membaca ulang semua comment yang ada. Mungkin yang mereka maksudkan hanyalah makna kiasan, bukan barang yang dicuri oleh Swiper, tapi kesempatan mereka. Yang jadi pertanyaan, siapa Swiper..??

"Untung hari ini si Swiper gak datang, bisa-bisa ikan-ikan segarnya diembat semua..!! Hahaha"..

Entah kenapa bola mataku terfokus pada kalimat yang satu ini di antara ratusan kalimat lain. Saya mencoba telaah lebih lanjut dan mengingat bahwa hari itu memang saya tidak ngumpul bersama teman-teman. Pada saat itu timbul kecurigaan saya bahwa yang mereka maksud adalah saya. Keesokan harinya saya datang di antara mereka. Tidak seperti biasanya, tak ada yang menyinggung masalah Swiper, tak ada yang memberitahuku bahwa Swiper itu siapa?? Namun saya memancing salah satunya untuk buka mulut dan mengakui bahwa yang dimaksudkan oleh mereka itu ternyata memang benar saya.

What's the hell..?? Fikiran saya tak menjangkau bahwa mereka bisa melakukan hal demikian kepada saya, senyum manis dan canda rupanya hanya sekedar bumbu penyedap di saat saya berkumpul dengan mereka. Bahkan saya merasa tak pernah mengambil apa yang bukan menjadi hak milik saya. Tapi begitulah mereka, saya memaklumi mereka jika suatu saat nama saya akan menjadi topik pembicaraan..

----------------------------------------------------------------------------------------
keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Jumat, 05 Februari 2010

Ide Membengkak

Setelah kurang lebih 9 bulan sejak terakhir kali postingan up date blog gw (10 hari lagi dah brojol tuh, LOL), akhirnya gw memutuskan untuk menjamahnya lagi. Layaknya seorang suami yang meninggalkan istrinya dan sekian lama tidak bertemu, tentunya sang suami ingin melakukan banyak hal pada sang istri. Nafsu yang begitu mendalam hingga ke ubun-ubun rasanya ingin segera ditumpahkan dan dicurahkan. Jangan mikir yang macam-macam dulu. Maksud gw tuh seperti ngajakin jalan, makan malam bersama, cium kening sang istri, seranjang bersama.. (hahah, ujung-ujungnya..), yah.. pokoknya banyaklah,,

Selayaknya gw yang dah gak pernah nge-edit nih blog selama itu, tentunya banyak banget pengalaman yang gw lewatin dan gak gw tumpahin lewat tulisan. Bahkan gw gak tau mesti mulai dari mana..?? Bayangin aja, 9 bulan nih.. bayangin.. BAYANGIN..!! (ntar, gw brb dulu mo bayangin.. ) (.....) udah.. banyak banget tuh yang bisa gw tulis di sini. Untuk itu hal yang yang gw lakuin adalah :

1. INGAT PASSWORD..!! gileeeeeee.. gw lupa e-mail yang mana gw gunain untuk blog gw ini, dan gw gak tau passwordnya apa. Gw coba aja baca ulang blog gw ini. Trus di pojok kanan ada tulisan log in, akhirnya dengan memberanikan diri, gw arahin cursor mouse gw, dan dengan penuh ketegangan gw klik. (Lebayyy..!!). Muncullah kotak e-mail dan password, gw isi aja dengan e-maili yang gw buat 2 tahun lalu, trus passwordnya juga gw masukin aja. Alhasil, gw BERHASIL.. percobaan pertama nih.. gw dah kegirangan, akhirnya bisa ingat juga..

2. Pas ngeklik tombol new entry, tiba-tiba kepala gw blank!! Gak tau mesti nulis apa, jadi.. yah.. saya harus mengingat beberapa kejadian yang mungkin bisa gw tulis di sini.. Tapi masih terlalu berat untuk gw ingat-ingat semuanya. Jadi gw membutuhkan waktu 10 menit di WC. Biasanya gw di WC sambil e'e' suka ngelamun gitu.. (hahah, jorok banget dahhhh!!) tapi biasanya bakalan tercipta 1 ide cerita.. jadi yah, kasih gw waktu 1 hari untuk nongkrong di WC.. LOL

3. Akhirnya gw cuma bisa nulis ini dulu, soalnya gw belum mandi sampai jam segini, dan belum masuk WC.. jadi, mungkin ntar malam gw lanjutin postingan selanjutnya.. :D

----------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Senin, 06 April 2009

Jawaban tepat untuk pertanyaan,"Seberapa besar engkau mencintaiku?"

Suatu hari sepasang suami istri duduk berdua di taman yang dikelilingi oleh pohon rindang dan bertiup angin sepoi-sepoi. Sang suami lalu membelai rambut istrinya dan bertanya, Suami (S) Istri (I)

S : "sayang, sudah 7 tahun kita menikah dan engkau begitu setia hidup denganku. Tapi mengapa engkau tak pernah bertanya kepadaku, bahwa seberapa besar cintaku padamu?"
I : "saya begitu tulus menyayangimu, saya rasa saya tak perlu menanyakan pertanyaan itu padamu. Jika engkau menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku, maka aku akan menjawab, bahwa rasa cintaku padamu tak bisa terlukiskan dan tak tergambarkan. Begitu besarnya hingga di mataku hanya ada dirimu, begitu hangatnya hingga hanya engkau yang bisa kurasakan di dunia ini. Dan saya yakin bahwa engkaupun akan mengatakan hal yang sama"
S : "Dari mana engkau begitu yakin?"
I : "Saya bisa melihatnya dimatamu dan dari caramu bertutur kata"
S : "Kalau begitu, engkau salah istriku. Tak inginkah engkau menanyakannya sekali lagi supaya kau yakin?"
I : "Baiklah, seberapa besar engkau mencintaiku?"
S : "Jika seluruh rasa cintaku diibaratkan dengan samudra yang luas, maka aku akan mencelupkan jari telunjukku di tengah-tengah samudra dan mengangkatnya kembali. Maka setetes air yang ikut di jariku adalah besar rasa cintaku padamu. Jika diibaratkan cintaku adalah alam semesta, maka meteor yang jatuh ke bumi adalah besar rasa cintaku padamu.."
I : "Jadi.. selama ini engkau tidak mencintaiku..??"
S : "Sayang, saya belum menyelesaikan jawabanku.."
I : "Lalu, untuk siapa sisa cintamu yang sangat besar itu?"
S : "Air yang tetap tinggal di samudra, dan seluruh isi alam kecuali batu meteor yang mendarat di bumi adalah sisa cintaku untuk Allah. Saya tak bisa mencintai siapapun lebih besar daripada mencintai Sang Penguasa Langit dan Bumi. Dia yang menciptakan seluruh alam dan isinya, termasuk kamu istriku. Saya begitu mencintai Allah yang menciptakan seseorang sepertimu. Jika saya mencintai sesuatu yang hebat, maka saya akan mencintai lebih kepada penciptanya. Begitu pula dengan dirimu sayang, saya mencintai Allah karena dialah pencipta segalanya, termasuk seseorang yang begitu saya cintai.."

Sang istri pun tersenyum dan meneteskan air mata sambil bersandar di bahu suaminya. Hari itu mereka menikmati indahnya mencintai seseorang dan belajar bahwa lebih indah mencintai Sang Pencipta.

---------------------------------------------------------------------------------------------
keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Selasa, 16 Desember 2008

makhluk lain di kamarku

Karena lelah sepulang dari nge-drive seharian, badan saya jadi pegal-pegal dan memutuskan untuk berbaring di kamarku yang sangat sederhana. Hanya beralaskan kasur busa, saya pun berbaring menyandarkan kepalaku di bantal sambil memeluk guling kesayanganku. Waktu menunjukkan pukul 20.30, dan kupejamkan mataku di sudut kamar dengan selimut terlentang di samping kasurku, ada pula beberapa pakaian kotor dan lembab di sekitar tempat tidur.

Tanpa terasa, mungkin sudah dua jam saya terlelap, saya hendak bangun dari tidurku dan bergegas menyelesaikan tugas kampus untuk ujian final besok. Namun ketika hendak membuka mata, dalam keadaan setengah sadar, mataku hanya dapat terbuka setengahnya dengan pandangan yang tidak begitu jelas dan mulutku terbuka sedikit karena terperangah. Kulihat dua sosok makhluk lain yang awalnya kupikir mereka adalah teman-temanku yang memang sudah biasa ikutan tidur di kamarku, tapi setelah ku perhatikan dengan seksama, saya sama sekali tidak pernah melihat sosok ke dua makhluk tersebut. Satu berada tepat di sisi kiriku dalam posisi berbaring searah denganku, dan yang satunya berada di sudut kamar yang lain dalam keadaan sedang duduk dan bersandar.

Sepuluh menit saya menatap mereka dan berusaha menyadarkan diri ini kalau-kalau ini hanyalah sebuah mimpi buruk. Namun hal ini terasa begitu nyata karena mulut ini tak dapat rapat sampai-sampai saya merasa sangat pegal pada rahang bawah mulutku. Lalu ku tanya kepada mereka dalam hati karena mulutku sudah tak bisa berkata apa-apa seolah terbungkam. "Kalian ini siapa?", tanyaku perlahan dalam hati berharap mereka bisa mendengar dan menjawabnya. Lalu kudengar jawaban salah satu dari mereka yang ada di sudut ruangan,"Nama saya Aan", dengan mata yang belum bisa melihat sempurna, ku tatap tubuhnya. Ia seorang pria dewasa dengan pakaian serba hitam, wajahnya tak begitu terlihat jelas namun tidak menyeramkan. Kemudian yang lainnya juga menjawab,"Nama saya Aldly", dia yang berada tepat di sampingku tak berani aku menatapnya. Ia berpakaian sama seperti Aan, namun wajahnya sangat rusak seolah-olah luka bakar.

Kemudian saya bertanya lagi,"Mau apa kalian ke sini?", sambil menatap tubuh Aan, tapi sebenarnya mataku terfokus pada wajah Aldly, dan sekali lagi saya tak sanggup menatapnya. "Kami cuma mau menemani kamu yang sendirian di kamar ini", ucap Aldly dengan suara begitu berat. "Ya, kami hanya ingin menemani kamu", lanjut Aan. "Tapi, kenapa harus saya? kenapa harus di temani? saya sudah biasa sendiri di kamar ini kok", tanya saya lagi dengan nada yang sedikit bergetar antara takut dan nada protes. "Kayaknya dia tidak suka kita temani Dly, sebaiknya kita pergi saja", jawab Aan tenang ke arah Aldly. "Tidak, sebaiknya kita tetap di sini menemani dia, dari pada dia sendirian kan kasihan", terlihat oleh mataku antara Aan dan Aldly berdebat satu sama lain. Saya tidak tau, yang mana yang baik dan mana yang buruk. Apakah Aan yang hanya mengikuti saran Aldly karena awalnya memang tidak ingin menggangguku, atau Aldly yang memang memaksa Aan untuk menemaniku dan menjagaku dalam tidur?.

Akhirnya, selang 20 menit perdebatan mereka yang tidak begitu ku dengar jelas, salah satu dari mereka menghilang, lalu yang lainnya menyusul. Dan pada saat yang bersamaan, mulutku akhirnya bisa tertutup walaupun terasa sangat pegal karena sudah menganga kurang lebih setangah jam. Saya tidak memperdulikan apapun dan melanjutkan tidurku kembali tanpa berharap Aan dan Aldly kembali lagi...

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda