Sabtu, 06 Februari 2010

Foto Yang Fenomenal

Siapa yang tidak mengenal Facebook di saat-saat seperti ini?? atau singkatnya kita sebut dengan FB.

"Hare gene gak punya FB??!!", mungkin itu adalah kalimat spontan yang akan keluar dari mulut seseorang ketika mengetahui bahwa anda tidak memiliki account di situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg. Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang apa itu Facebook. Karena saya tidak ingin membuka mata kuliah 2 SKS tentang hal fenomenal pada setiap handphone yang kehilangan fungsi utamanya sebagai komunikasi 2 arah. Saya hanya ingin berbagi cerita tentang Facebook yang saya miliki dan foto profile yang ada di dalamnya.

Setiap orang akan berusaha membuat foto profile FB nya sedemikian rupa dengan cara memilah, editing, tehnik fotografi, untuk mendapatkan hal maksimal. Seseorang akan memiliki banyak atau sedikit friend di account FBnya, semuanya tergantung oleh profile picture yang ia miliki. Tak sedikit juga yang memasang foto-foto palsu, artis, atau kartun. Saya menyebut mereka sebagai pecundang yang tidak mensyukuri pemberian Tuhan.

Profile Picture (PP) yang saya miliki memang mempengaruhi request-an friend yang datangnya puluhan tiap hari, namun tanggapan langsung lebih banyak saya terima dari teman-teman yang memang sering kali memperhatikan FB saya. Misalkan pada PP berikut ini :

Foto di atas adalah foto pada saat reuni akbar SMA saya bulan September 2009 lalu. Cewek-cewek cantik di belakang saya adalah teman yang juga akrab dengan saya, kebetulan mereka se-gank. Foto tersebut diambil oleh adik dari saudari Alvira, Athirah. Setelah foto tersebut di-tag di FB, saya jadi punya ide untuk meng-edit foto ini layaknya Take Me Out. Jadi, awal foto tersebut saya crop memanjang (supaya terlihat besar di photo profile), kemudian objek belakang saya blur sedikit (maaf yah teman-teman :D). Kemudian saya tempelkan logo Take Me Out di atasnya. Lalu saya jadikan PP. Alhasil, komentar pertama datang dari cewek-cewek yang ada di photo tersebut dengan nada protes (nih yang kena bagian crop-nya), trus ada juga yang sedikit kesal tapi senang (yang saya jadikan background, numpang mejeng mereka di PP ku). Teman-teman cowok yang lain hanya bisa berdecak saja.

2 bulan kemudian, saya kembali membuat PP. Bermodalkan kamera sendiri dan tangan sendiri, akhirnya "JEPRET..!!", mungkin ada 10 kali saya mengulang dengan gaya close up. Dari dulu saya memang mendambakan brewok keren seperti milik Will Smith, namun yang tumbuh hanya janggut. Kurang memuaskan sebenarnya, namun di sinilah guna photoshop, bisa membuat apa saja yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Dengan contekan tutorial, akhirnya saya berhasil membuat PP seperti ini :

Dalam hitungan hari, yang meminta saya sebagai teman di FB berjumlah ratusan. Namun tanggapan yang datang lebih banyak dari cowok-cowok yang ada di FB ku. Mereka semua mempertanyakan bagaimana bisa saya memiliki brewok begitu sexy dan rapi hanya dalam waktu yang singkat?? Kebanyak dari mereka langsung menebak kalau saya menggunakan Minyak Firdaus. Ketika chatting atau melihat comment mereka di FB, saya hanya tertawa kecil, bagaimana bisa mereka bisa sok tahu seperti itu? Sampai saat ini saja, saya belum pernah melihat yang namanya Minyak Firdaus itu seperti apa. Bahkan teman kuliah saya yang notabene tidak bertemu selama seminggu, percaya dengan foto yang saya tampilkan adalah foto yang benar-benar nyata. Bahkan merengek untuk meminta obat yang saya pakai untuk menumbuhkan rambutnya. Hahaha. Temanku seorang perempuan, dan dia membuka rahasianya bahwa rambutnya banyak yang berguguran.

Terakhir adalah foto yang saya peroleh dari hasil jepretan sendiri dengan memakai timer. Konsep foto ini adalah editing art, saya ingin ketika orang-orang yang melihat foto saya, mereka akan memuji editan yang saya buat. Namun yang mereka sampaikan baik secara langsung, chat, maupun lewat comment, membuatku sedikit tersinggung namun konyol. Ada yang mengatakan bahwa foto saya sangatlah binal, foto saya seperti orang yang mencapai nafsu puncak, ada yang mengatakan kalau foto saya melanggar komersialisasi (entah maksudnya apa). Bahkan sahabat saya sendiri mengatakan kalau foto saya seperti seorang gigolo. Gila aja mereka. Saya hanya bisa tertawa dan memperhatikan foto saya. Saya tidak bisa menyalahkan mereka yang menanggapi demikian, karena memang konsep fotonya seperti itu untuk mendapatkan hasil editan yang pas dengan temanya. Hahaha. Yang salah adalah saya, karena saya memamerkannya bukan pada seorang seniman atau fotografer handal, namun pada masyarakat awam. CMIIW..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Julukan Sadis..!!

Kesan pertama saat bergabung dalam UKM ini hanya satu, GOKIL..!! Saya mengatakan demikian bukan tanpa alasan. Ketika saya berada di antara mereka, dalam keadaan apapun pasti ada saja yang membuat saya tertawa. Cerita yang mereka lontarkan berdasarkan pengalaman pribadi, dari mulut ke mulut, sebuah kalimat pengandaian, atau apapun yang mereka ucapkan tidak jarang membuat bibir saya menarik garis lengkung. Bahkan tanpa segan seringkali saya tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata. Belum lagi kalau mereka memplesetkan lagu-lagu dengan menyelipkan nama seseorang di antara bait lagu tersebut, yang tadinya indah untuk di dengar, selanjutnya menjadi sangat kocak ketika dinyanyikan. Seseorang yang 2 tahun lebih dulu masuk dalam UKM ini namun beberapa hari lebih muda dari saya sering kali menjadi bulan-bulanan dalam remake lirik atau celaan ringan di antara lainnya. Namun ia menanggapinya hanya dengan senyuman kecil, itu yang aku salutkan kepadanya. Sabar..

Ada satu hal lagi yang menjadi ciri khas mereka. Jika mereka sedang berbincang satu sama lain, tidak memperdulikan kondisi saat itu rame ataupun sepi, mereka tetap menggunakan julukan untuk seseorang. Sebagai contoh nama artis yang mirip dengan tingkah laku mereka, sifat, fisik, atau kasus yang sama. Julukan pertama yang saya dengarkan waktu itu adalah Ahmad Dhani dan Pinkan Mambo. Dalam hati saya terus mempertanyakan bahwa siapakah mereka yang dimaksud. Namun, dengan mencermati isi cerita mereka dan melihat kondisi yang ada di saat itu, seketika saya mengetahui siapa yang mereka maksudkan. Begitulah seterusnya muncul julukan-julukan baru. Eva Arnas, Opick Kumis, Rini S Bon Bon, dan banyak lagi. Setiap kali istilah baru muncul, maka salah satu dari mereka akan memberitahuku bahwa siapa yang mereka maksudkan, dengan alasan supaya saya juga bisa ikut membaur dan tertawa dalam cerita mereka.

Tibalah saat malam hari datang dan saya membuka account Facebook salah satunya dan membaca status berisikan,"Hati-hati.. ada Swiper, semuanya masuk..", kemudian mataku melirik ke bawah dan melihatcomment yang ada, semakin ku tarik scroll ke bawah, bahasanya semakin membuat saya senyum dah akhirnya tertawa lepas. Tapi tidak tahu kenapa ada yang menjanggal dengan si Swiper ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Swiper itu suka mencuri, tapi perasaan saya berkata kalau di tempat itu tidak ada yang sifatnya sama seperti julukan tersebut. Lalu, saya berfikir sejenak dan membaca ulang semua comment yang ada. Mungkin yang mereka maksudkan hanyalah makna kiasan, bukan barang yang dicuri oleh Swiper, tapi kesempatan mereka. Yang jadi pertanyaan, siapa Swiper..??

"Untung hari ini si Swiper gak datang, bisa-bisa ikan-ikan segarnya diembat semua..!! Hahaha"..

Entah kenapa bola mataku terfokus pada kalimat yang satu ini di antara ratusan kalimat lain. Saya mencoba telaah lebih lanjut dan mengingat bahwa hari itu memang saya tidak ngumpul bersama teman-teman. Pada saat itu timbul kecurigaan saya bahwa yang mereka maksud adalah saya. Keesokan harinya saya datang di antara mereka. Tidak seperti biasanya, tak ada yang menyinggung masalah Swiper, tak ada yang memberitahuku bahwa Swiper itu siapa?? Namun saya memancing salah satunya untuk buka mulut dan mengakui bahwa yang dimaksudkan oleh mereka itu ternyata memang benar saya.

What's the hell..?? Fikiran saya tak menjangkau bahwa mereka bisa melakukan hal demikian kepada saya, senyum manis dan canda rupanya hanya sekedar bumbu penyedap di saat saya berkumpul dengan mereka. Bahkan saya merasa tak pernah mengambil apa yang bukan menjadi hak milik saya. Tapi begitulah mereka, saya memaklumi mereka jika suatu saat nama saya akan menjadi topik pembicaraan..

----------------------------------------------------------------------------------------
keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Jumat, 05 Februari 2010

Ide Membengkak

Setelah kurang lebih 9 bulan sejak terakhir kali postingan up date blog gw (10 hari lagi dah brojol tuh, LOL), akhirnya gw memutuskan untuk menjamahnya lagi. Layaknya seorang suami yang meninggalkan istrinya dan sekian lama tidak bertemu, tentunya sang suami ingin melakukan banyak hal pada sang istri. Nafsu yang begitu mendalam hingga ke ubun-ubun rasanya ingin segera ditumpahkan dan dicurahkan. Jangan mikir yang macam-macam dulu. Maksud gw tuh seperti ngajakin jalan, makan malam bersama, cium kening sang istri, seranjang bersama.. (hahah, ujung-ujungnya..), yah.. pokoknya banyaklah,,

Selayaknya gw yang dah gak pernah nge-edit nih blog selama itu, tentunya banyak banget pengalaman yang gw lewatin dan gak gw tumpahin lewat tulisan. Bahkan gw gak tau mesti mulai dari mana..?? Bayangin aja, 9 bulan nih.. bayangin.. BAYANGIN..!! (ntar, gw brb dulu mo bayangin.. ) (.....) udah.. banyak banget tuh yang bisa gw tulis di sini. Untuk itu hal yang yang gw lakuin adalah :

1. INGAT PASSWORD..!! gileeeeeee.. gw lupa e-mail yang mana gw gunain untuk blog gw ini, dan gw gak tau passwordnya apa. Gw coba aja baca ulang blog gw ini. Trus di pojok kanan ada tulisan log in, akhirnya dengan memberanikan diri, gw arahin cursor mouse gw, dan dengan penuh ketegangan gw klik. (Lebayyy..!!). Muncullah kotak e-mail dan password, gw isi aja dengan e-maili yang gw buat 2 tahun lalu, trus passwordnya juga gw masukin aja. Alhasil, gw BERHASIL.. percobaan pertama nih.. gw dah kegirangan, akhirnya bisa ingat juga..

2. Pas ngeklik tombol new entry, tiba-tiba kepala gw blank!! Gak tau mesti nulis apa, jadi.. yah.. saya harus mengingat beberapa kejadian yang mungkin bisa gw tulis di sini.. Tapi masih terlalu berat untuk gw ingat-ingat semuanya. Jadi gw membutuhkan waktu 10 menit di WC. Biasanya gw di WC sambil e'e' suka ngelamun gitu.. (hahah, jorok banget dahhhh!!) tapi biasanya bakalan tercipta 1 ide cerita.. jadi yah, kasih gw waktu 1 hari untuk nongkrong di WC.. LOL

3. Akhirnya gw cuma bisa nulis ini dulu, soalnya gw belum mandi sampai jam segini, dan belum masuk WC.. jadi, mungkin ntar malam gw lanjutin postingan selanjutnya.. :D

----------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Senin, 06 April 2009

Jawaban tepat untuk pertanyaan,"Seberapa besar engkau mencintaiku?"

Suatu hari sepasang suami istri duduk berdua di taman yang dikelilingi oleh pohon rindang dan bertiup angin sepoi-sepoi. Sang suami lalu membelai rambut istrinya dan bertanya, Suami (S) Istri (I)

S : "sayang, sudah 7 tahun kita menikah dan engkau begitu setia hidup denganku. Tapi mengapa engkau tak pernah bertanya kepadaku, bahwa seberapa besar cintaku padamu?"
I : "saya begitu tulus menyayangimu, saya rasa saya tak perlu menanyakan pertanyaan itu padamu. Jika engkau menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku, maka aku akan menjawab, bahwa rasa cintaku padamu tak bisa terlukiskan dan tak tergambarkan. Begitu besarnya hingga di mataku hanya ada dirimu, begitu hangatnya hingga hanya engkau yang bisa kurasakan di dunia ini. Dan saya yakin bahwa engkaupun akan mengatakan hal yang sama"
S : "Dari mana engkau begitu yakin?"
I : "Saya bisa melihatnya dimatamu dan dari caramu bertutur kata"
S : "Kalau begitu, engkau salah istriku. Tak inginkah engkau menanyakannya sekali lagi supaya kau yakin?"
I : "Baiklah, seberapa besar engkau mencintaiku?"
S : "Jika seluruh rasa cintaku diibaratkan dengan samudra yang luas, maka aku akan mencelupkan jari telunjukku di tengah-tengah samudra dan mengangkatnya kembali. Maka setetes air yang ikut di jariku adalah besar rasa cintaku padamu. Jika diibaratkan cintaku adalah alam semesta, maka meteor yang jatuh ke bumi adalah besar rasa cintaku padamu.."
I : "Jadi.. selama ini engkau tidak mencintaiku..??"
S : "Sayang, saya belum menyelesaikan jawabanku.."
I : "Lalu, untuk siapa sisa cintamu yang sangat besar itu?"
S : "Air yang tetap tinggal di samudra, dan seluruh isi alam kecuali batu meteor yang mendarat di bumi adalah sisa cintaku untuk Allah. Saya tak bisa mencintai siapapun lebih besar daripada mencintai Sang Penguasa Langit dan Bumi. Dia yang menciptakan seluruh alam dan isinya, termasuk kamu istriku. Saya begitu mencintai Allah yang menciptakan seseorang sepertimu. Jika saya mencintai sesuatu yang hebat, maka saya akan mencintai lebih kepada penciptanya. Begitu pula dengan dirimu sayang, saya mencintai Allah karena dialah pencipta segalanya, termasuk seseorang yang begitu saya cintai.."

Sang istri pun tersenyum dan meneteskan air mata sambil bersandar di bahu suaminya. Hari itu mereka menikmati indahnya mencintai seseorang dan belajar bahwa lebih indah mencintai Sang Pencipta.

---------------------------------------------------------------------------------------------
keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Selasa, 16 Desember 2008

makhluk lain di kamarku

Karena lelah sepulang dari nge-drive seharian, badan saya jadi pegal-pegal dan memutuskan untuk berbaring di kamarku yang sangat sederhana. Hanya beralaskan kasur busa, saya pun berbaring menyandarkan kepalaku di bantal sambil memeluk guling kesayanganku. Waktu menunjukkan pukul 20.30, dan kupejamkan mataku di sudut kamar dengan selimut terlentang di samping kasurku, ada pula beberapa pakaian kotor dan lembab di sekitar tempat tidur.

Tanpa terasa, mungkin sudah dua jam saya terlelap, saya hendak bangun dari tidurku dan bergegas menyelesaikan tugas kampus untuk ujian final besok. Namun ketika hendak membuka mata, dalam keadaan setengah sadar, mataku hanya dapat terbuka setengahnya dengan pandangan yang tidak begitu jelas dan mulutku terbuka sedikit karena terperangah. Kulihat dua sosok makhluk lain yang awalnya kupikir mereka adalah teman-temanku yang memang sudah biasa ikutan tidur di kamarku, tapi setelah ku perhatikan dengan seksama, saya sama sekali tidak pernah melihat sosok ke dua makhluk tersebut. Satu berada tepat di sisi kiriku dalam posisi berbaring searah denganku, dan yang satunya berada di sudut kamar yang lain dalam keadaan sedang duduk dan bersandar.

Sepuluh menit saya menatap mereka dan berusaha menyadarkan diri ini kalau-kalau ini hanyalah sebuah mimpi buruk. Namun hal ini terasa begitu nyata karena mulut ini tak dapat rapat sampai-sampai saya merasa sangat pegal pada rahang bawah mulutku. Lalu ku tanya kepada mereka dalam hati karena mulutku sudah tak bisa berkata apa-apa seolah terbungkam. "Kalian ini siapa?", tanyaku perlahan dalam hati berharap mereka bisa mendengar dan menjawabnya. Lalu kudengar jawaban salah satu dari mereka yang ada di sudut ruangan,"Nama saya Aan", dengan mata yang belum bisa melihat sempurna, ku tatap tubuhnya. Ia seorang pria dewasa dengan pakaian serba hitam, wajahnya tak begitu terlihat jelas namun tidak menyeramkan. Kemudian yang lainnya juga menjawab,"Nama saya Aldly", dia yang berada tepat di sampingku tak berani aku menatapnya. Ia berpakaian sama seperti Aan, namun wajahnya sangat rusak seolah-olah luka bakar.

Kemudian saya bertanya lagi,"Mau apa kalian ke sini?", sambil menatap tubuh Aan, tapi sebenarnya mataku terfokus pada wajah Aldly, dan sekali lagi saya tak sanggup menatapnya. "Kami cuma mau menemani kamu yang sendirian di kamar ini", ucap Aldly dengan suara begitu berat. "Ya, kami hanya ingin menemani kamu", lanjut Aan. "Tapi, kenapa harus saya? kenapa harus di temani? saya sudah biasa sendiri di kamar ini kok", tanya saya lagi dengan nada yang sedikit bergetar antara takut dan nada protes. "Kayaknya dia tidak suka kita temani Dly, sebaiknya kita pergi saja", jawab Aan tenang ke arah Aldly. "Tidak, sebaiknya kita tetap di sini menemani dia, dari pada dia sendirian kan kasihan", terlihat oleh mataku antara Aan dan Aldly berdebat satu sama lain. Saya tidak tau, yang mana yang baik dan mana yang buruk. Apakah Aan yang hanya mengikuti saran Aldly karena awalnya memang tidak ingin menggangguku, atau Aldly yang memang memaksa Aan untuk menemaniku dan menjagaku dalam tidur?.

Akhirnya, selang 20 menit perdebatan mereka yang tidak begitu ku dengar jelas, salah satu dari mereka menghilang, lalu yang lainnya menyusul. Dan pada saat yang bersamaan, mulutku akhirnya bisa tertutup walaupun terasa sangat pegal karena sudah menganga kurang lebih setangah jam. Saya tidak memperdulikan apapun dan melanjutkan tidurku kembali tanpa berharap Aan dan Aldly kembali lagi...

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Minggu, 02 November 2008

my heroes



gambar di atas adalah potongan gambar sahabat-sahabat ku yang tidak ku kenal begitu saja dan akrab dalam waktu yang singkat. Saya mengenal mereka satu persatu bukan dalam keadaan pada saat saya sementara bersenang-senang, tapi saya mengenal mereka pada saat dalam masa-masa begitu sulit.

Jojo -- (Jovian) saya mengenal dia kelas 2 SMA. Waktu itu memang saya sekelas dengan dia, ketika mendengar namanya, saya langsung bergumam dalam hati ,"oh, itu yah yang namanya jovian, anak yang pernah ikut audisi Indonesia Idol dan beritanya sampai dari kelas ke kelas...". Dalam hati saya memang merasa iri, soalnya waktu itu saya juga mau ikutan audisi tapi belum cukup umur. Hmm, sebagus apa sih suaranya..? saya makin penasaran karena kata teman-temanku, dia sering nyanyi di gereja. Akhirnya tibalah suatu kali kelompok debatku beradu mulut dengan kelompoknya. Ego di antara 2 kubu kelompok sangat tinggi dan saling mempertahankan pendapat. Tapi tidak dengan Jojo, di antara teman kelompoknya, hanya dia yang mendukung kelompokku dan mengakui bahwa apa yang dikatakan kelompokku adalah benar. Sejak saat itu saya mulai akrab dengan dia. Bukan karena telah membantu kelompokku, tapi saya menghargai dia karena selalu menggunakan akal sehat dalam berpikir.

Nono -- (Suparno) "neh anak penderita autism kali yah..?", itu penilaianku ke Nono waktu pertama kali kenalan dengan dia. Soalnya waktu itu saya hanya bercanda untuk nyuruh dia traktir saya minuman n cemilan di sekolahan, eh tau taunya dibeliin beneran. Tapi setelah memperhatikan tingkah lakunya, ternyata dia anaknya polos banget. Gak begitu bergaul n gak banyak omong, jadi mungkin waktu itu dia terlalu senang punya temen baru kayak saya (GR dikit gpp kan no..?haahah) makanya ditraktirin. Saya sih kenal begitu saja dan gak terlalu sering bicara dengan dia. Tapi waktu itu dia bener-bener menyelamatkan hidup saya (Lebay deh.. hahaha). Tugas sejarah yang siang ini akan dikumpul belum sempat saya kerjakan. Kalau gak ngerjain tugas ini, saya gak bisa ikut ulangan harian. Dalam kepanikan, si Nono datang menawarkan makalah yang sudah di jilid rapi. "Ini apa..? kok gak ada namanya..?", tanyaku ke dia. "Yup, ini tugas sejarah saya, kamu boleh tulis nama kamu di situ dan langsung kumpul aja". Saya memang beda kelas dengan dia, tapi tugas yang diberikan guru-guru biasanya sama dari kelas ke kelas. "Trus tugas kamu gimana..? masa kamu gak ngerjain..?", dengan sedikit terharu menatapnya. "Gak papa kok, pagi ini gak tau kenapa saya buat dobel, tapi isinya beda. Jadi kamu boleh ambil satu", dia berkata seperti itu seolah-olah gak ada beban sama sekali. "Duh.. makasih.. saya harus bayar berapa neh..?", tanyaku kembali. "Bayar..? bayar apa..? itu gratis, gak usah bayar, hehe". Saya senang sekali mendengar hal itu. Saya ingin meluk dia tapi ntar dikirain HOMO.. hahahaha.. thx Nono..

Kaka -- (Kamaluddin) bosan banget deh lihat wajah anak ini. Satu SD, satu SMP, sampai-sampai satu SMA juga. Tapi sampai kelas 1 SMA, saya tak pernah berbicara dengannya, melainkan hanya saling mengenal wajah. Suatu kali saya ke Mall dengan teman akrabku, dan kebetulan dia juga ada. "Wah.. ini dia buku yang saya cari-cari selama ini..", saya berdecak kagum melihat sebuah buku di barisan new release. Buku yang selama ini saya cari-cari ternyata sudah ada di depan mata. Tapi... ,"Kenapa dhy..?", tanya temanku setelah melihat saya memeriksa kantong celana dan semua celah di seluruh tubuhku. "Mati deh, duit gw hilang..!!", sambil majang muka sok biasa-biasa saja padahal dalam hati udah menangis darah. "Memangnya kamu butuh banget yah sama buku itu..?", untuk pertama kalinya kaka berbicara padaku pada hari itu. "Iah sih, tapi belinya ntar deh, bulan depan aja, abisnya duit gw dah gak ada neh", jawabku kepada kaka sambil memegang buku yang saya inginkan. "Ya udah, ambil aja, ntar gw yang bayarin", tawaran Kaka kepada saya yang begitu tak ku duga. "Asyik..!! ada yang mau bayarin dulu..! tapi gw harus sok sok nolak dulu", gumam saya dalam hati. "Trus ganti duitnya gimana..? gw kan baru bisa ganti bulan depan. Mending gak usah aja deh, makasih yah..", bujuk saya berharap dia bakalan ngomong 'gak papa'. dan ternyata...,"Gak papa kok, gak usah dipikirin masalah gantinya, yang jelasnya kan buku itu lu butuhin banget, ya udah beli aja. oke..?", "Sebenernya gak penting-penting amat sih, tapi kalau lu ikhlas membantu, ya udah gw beli aja..". Kami berduapun tersenyum. Tapi senyumnya beda. Si Kaka tersenyum bahagia karena telah membantu saya, tapi saya tersenyum malu karena memang sudah malu-maluin.. haha

tamtam -- (Thamrin) sinis.. begitu sinis tatapan mata anak ini begitu berpapasan di koridor. Sok sokan senior kalau saya bilang tatapannya. Dan memang benar, awalnya saya mengira dia itu senior. Sampai suatu kali saya mengikuti pengkaderan untuk masuk OSIS yang di sebut LDK. "Loh, kok makhluk sinis ini ada di sini yah..? mana pakaiannya pakaian peserta pula..?", saya makin bingung. Lalu pada saat sesi pengenalan diri, saya baru tau kalau dia juga anak kelas 1 sama kayak saya. Dan akhirnya pada hari berikutnya tempat dudukku dipindahkan tepat di sebelahnya. Mau gak mau saya mesti bersosialisasi sama siapa saja. Yah, termasuk dia. Dengan mata yang begitu mengantuk karena materi hingga larut malam, saya memutuskan untuk cari teman bicara agar tak terbawa suasana. Saya pun kenalan dengan dia dan sedikit bercanda dengan memperhatikan wajah lelah teman-teman kami yang lainnya. Tiap hari saya sekamar, sepiring berdua, kadang sebaskom bersama (makan nasi di baskom ber 17 orang). Dan begitu akrab hingga kami menduduki jabatan sebagai pengurus OSIS. Kami bertiga yaitu tamtam, saya, dan seorang lagi temanku diberi julukan Trio Devil oleh teman-teman karena kegarangan kami pada junior saat mereka membuat kesalahan. Hehehe, masikah kita bisa garang berdua di lapangan tam..?

Randy -- (Randy) anak berkulit coklat yang paling tampan (tentunya setelah saya.. hahaha) dan juga yang paling binal..! huwakakka.. becanda ding.. Dia orang yang sebenernya baik, tapi pelitnya bukan main, atau mungkin hemat yah halusnya? Saya kenal sama dia benar-benar dalam keadaan genting. Dikala saya dalam kesakithatian yang benar-benar mendalam, dan tak ada seorangpun yang berani mendekat, hanya dia satu-satunya yang mau mendengar curahan hatiku (mulai lebay lagi deh...). Tapi sebenernya saya sakit hati sama gara-gara dia juga sih. Tapi dia memberikan pelajaran yang begitu berharga kalau masalahku dengannya yang pernah terjadi adalah bukan segalanya di dunia ini. Dan dunia ini tak akan berakhir tanpa hal demikian. Mulai gak jelas yah..?? masalah ini memang hanya dimengerti oleh kami ber-6..

Adhy -- (Armadi) yah itulah saya, salah satu orang paling beruntung di dunia karena memiliki sahabat-sahabat yang begitu berarti. Yang akrab dengan saya bukan pada masa kejayaanku, melainkan menerimaku apa adanya. Itu artinya mereka tak pernah melihat sesuatu dari materi. Saya sangat senang memiliki sahabat-sahabatku. Dan saya sangat sangat tidak mau kehilangan mereka. Jojo, Nono, Kaka, Tamtam, Randy.. you are my hero.. ^^~

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda

Rabu, 29 Oktober 2008

dejavu terparah..!!

"BANGUN..!!!! BANGUN...!!!"

Suara menggelegar terdengar dalam ruangan kelas yang sudah disusun meja dan bangkunya sedemikian rupa sehingga nyaman untuk ditempati untuk tidur yang dipenuhi oleh kami (saya dan teman-temanku). Sudah lima hari lima malam kami seolah berada dalam sebuah penjara. Penjara yang akan membuat kami terlatih menjadi seorang pemimpin. Ya..., kami semua ber-tujuh belas anak laki-laki diruangan kecil ini mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan. Dan bukan hanya kami kaum adam yang ingin terlatih menjadi seorang pemimpin. Teman kami yang tentunya anak perempuan berada di ruangan terpisah. Mereka berjumlah sepuluh orang. Dan ini adalah malam terakhir kami untuk tidur di tempat yang tidak biasanya kami tempati. Rasa senang luar biasa menghampiri hati ini. Tapi semuanya buyar ketika sekali lagi salah satu senior kami berteriak, "BANGUN..!! BANGUN..!!", dan kali ini sambil melemparkan sebuah kursi di tengah-tengah formasi lingkaran tidur kami.

Seketika kami tersentak dalam alur cerita mimpi kami yang sementara asyik-asyiknya terbang lalu sayap kami patah dan akhirnya tertancap ke bumi dengan posisi kepala terlebih dahulu. Kami serentak terbangun walaupun beberapa di antara kami masih berada di tengah-tengah kesadaran dan tidak sadar, salah satunya adalah saya. Kami memang sudah mengetahui akan dibangunkan dengan cara begini karena sudah mempelajari pengalaman hari-hari sebelumnya. Kami sudah berpakaian lengkap, jadi ketika dibangunkan kami hanya langsung berbaris dikoridor. Tapi, saya sendiri lupa memakai sepatu. Akhirnya kami semua diseret sepanjang koridor dengan senior yang berbeda-beda tiap dua meternya. Karena panik, saya hanya memakai sebelah sepatuku, dan kaki sebelahnya hanya menggunakan kaos kaki. Saya tak tau apa yang mengendalikan arahku hingga tanpa sadar saya sudah berada dalam ruangan lain. Saya tak tau saya di mana. Masih dengan mata tertutup, saya masih bisa mendengar suara orang lain lagi di dalam ruangan ,"Jangan ada yang tidur..! buka mata kalian..!!!", lalu cahaya lampu senter mengenai tepat di depan wajahku dan membuatku terbangun. Memang terasa agak sulit membuka mata, tapi perasaan deg degan dan sedikit ketakutan membuatku panik dan akhirnya membuatku bisa melihat semua yang ada di sekitarku.

Kulihat beberapa yang mungkin memang seniorku berdiri di depan kelas membicarakan sesuatu. Lalu aku berbalik ke kiri dan ke kanan. Kulihat beberapa temanku sudah sadar sebelum aku, dan masih ada juga yang masih berusaha untuk sadar, sampai-sampai ada juga yang membawa bungkusan pakaian kotornya ke dalam ruangan ini. Tentunya dialah yang paling tidak sadar. Lalu...

--wushhhh--, secepat kilat sebuah memori melintas di pikiranku. "Ya, saya tau.. saya tau di mana saya sekarang. Saya tau siapa yang ada di depan ku ini, dan saya tau apa yang akan terjadi selanjutnya", gumam saya dalam hati. Untuk kesekian kalinya dejavu kembali melintas di pikiranku. Saya sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan seniorku dan apa yang akan dia lakukan selanjutnya kepada saya dan teman-temanku semua. Ku coba menebak dengan bisikan kecil seolah-olah memperingati diriku sendiri, "sebentar lagi senior di depan akan berteriak memanggil senior lainnya yang ada di luar ruangan", dan ternyata benar, seniorku langsung saja memanggil senior lainnya. "Lalu dalam hitungan ke tiga ada 4 orang lainnya yang akan masuk", kembali ku berbisik pada diriku sendiri. Dan sekali lagi tepat, dalam hitungan ke tiga, 4 orang senior lainnya masuk ke dalam ruangan secara satu persatu. Begitu seterusnya ku tebak kejadian ditengah malam itu begitu teratur hingga adzan menggema.  Adzan subuh yang membuatku tersadar 100%, dan membuatku bertanya-tanya ,"kejadian yang barusan saya alami tadi, apakah sudah pernah saya alami sebelumnya..? atau saya dapat karunia dari Yang di atas untuk meramalkan kejadian..?".

Sepanjang perjalanan saya dari ruangan yang tadi menuju ke mesjid membuatku terus bertanya-tanya, dan seketika sakit kepala yang belum pernah ku rasakan sebelumnya tiba-tiba menghampiri kepalaku. Hampir tak bisa ku tahan, tapi tak sanggup pun aku untuk berteriak minta tolong. Sakit itu hanya berselang antara 15-20 detik, lalu lenyap begitu saja.

Esoknya kuceritakan kejadian ini kepada teman-temanku. Dan mereka semua hanya mentertawaiku dan berkata, "kalau mang bener begitu, kenapa gak manfaatin aja keahlian lo itu untuk lihat kunci jawaban ujian kemaren yang buat lo remedial..? Huwahahahahaha". Saya hanya melemparkan senyum dan bersyukur dalam hati sudah mendapatkan pengalaman yang begitu memuaskan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

keseharian anda tak pernah ada yang sama persis, maka ketika anda merasa dejavu, itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan untuk anda